4 November 2025
Admin CMS
Bagikan sekarang

Setiap orang memiliki impian untuk diwujudkan. Hal tersebut seringkali menjadi semangat orang dalam bekerja. Dari mulai hal yang bersifat kebendaan seperti membeli atau memiliki sesuatu, seperti rumah, barang-barang tertentu, maupun impian untuk mengubah perilaku. Dengan banyaknya aktivitas dan berbagai tuntutan yang dimiliki manusia dewasa, seringkali impian tersebut terlewat begitu saja, dikalahkan oleh kebutuhan hidup yang semakin meningkat.
Hal serupa dialami oleh pasangan Sersin dan Inti yang berasal dari Kabupaten Poso. Sejak menikah di tahun 2020, mereka bermimpi memiliki rumah yang layak dan nyaman untuk keluarga kecil ini. Inti adalah seorang petani dengan berbagai jenis komoditas. Tanaman tahunan yang dimilikinya adalah kakao, cengkih, dan durian. Sementara tanaman palawijanya ialah cabai dan jagung. “Untuk jagung ini terus terang kami baru mulai lagi,” tutur Inti. “Tapi kalau rica1 juga sementara menanam. Kami sedang persiapan lahan,” lanjutnya. Selain itu di kebun mereka juga tumbuh berbagai macam sayuran untuk memenuhi kebutuhan dapur sendiri.
Sebelum menikah dengan Sersin dan memutuskan untuk pindah ke desa istrinya, Inti sudah pernah menanam jagung di desa asalnya. Tetapi menurutnya, menanam jagung di desanya dan di sini jauh berbeda. Desa asalnya dulu bertanah rawa-rawa. Saat air rawa dikeringkan, tanah menjadi sangat subur dan sama sekali tidak memerlukan pupuk untuk bertani jagung. Luas tanahnya yang hanya 47 are saja, bisa menghasilkan jagung lebih dari 2 ton, sekali panen. Di desa yang ditempatinya sekarang dia sudah pernah mencoba, tetapi tanpa pupuk dan teknik menanam yang tepat, hasilnya sangat jauh jika dibandingkan dengan hasil dari bertanam jagung di desanya.